Latest News

Was-Was dan Obatnya

5.27.2009 , Posted by Blogger Bata-Bata at 20.10


Oleh : Ihsan Maulana

Setiap manusia pasti pernah dilanda kewas-wasan. Jika Anda mengalami was-was dalam melakukan kebaikan, jangan pernah mengurungkan niat baik Anda itu hanya karena dilanda kewas-wasan oleh sebab apapun itu.

Seorang sahabat bertanya pada saya, “Ihsan, saat saya sedang melakukan kebaikan, hati saya seperti dilanda kewas-wasan sehingga kadang saya berpikir saya urungkan saja ibadah yang akan saya kerjakan. Bagaimana menurutmu?” saya menjawab, “ Wahai saudaraku. Janganlah engkau terpengaruh oleh kewas-wasan sehingga menyebabkanmu terjauhkan dari kebaikan!” sahabat tadi kemudian bertanya lagi, “Tapi apakah tidak membatalkan kebaikan atau pahala ibadah yang saya lakukan?” saya kemudian menjawabnya, “ Sahabat, yakinlah! Tidak sesuatu kebaikan apapun yang akan berjalan sia-sia” masih dalam tema yang sama sahabat tadi masih penasaran,” Lalu apa yang harus saya lakukan dengan kewas-wasan yang melanda diri saya?” saya menjawabnya lagi, “Biarkanlah dan jangan pedulikan! Karena was-was akan hilang dengan sendirinya. Yakinlah!”.

Paragraf di atas adalah sekelumit percakapan saya dengan seorang sahabat di kota Surabaya. Was-was, membicarakannya tak kalah samarnya dengan kita berbicara niat, ikhlas, dengki dan hal-hal yang berkenaan dengan hati (qalbu). Ia tak tampak oleh mata karena itu banyak luput dari perhatian kita yang selama ini sering kali mengukur segala sesuatu dari yang tampak oleh panca indera. Lalu was-was itu sendiri apa, dalam al-Qur’an surat al-Nas ayat empat dan lima disebutkan, “dari was-was yang tersembunyi (yang berasal dari) Syetan. Yang membisikkan kewas-wasan dalam hati manusia.” Jadi was-was adalah bisikan dari syaitan yang didengungkan pada hati manusia agar manusia itu berhenti dari tindak kebaikan dan atau agar orang tersebut berbuat kejahatan. bentuk was-was yang paling bisa kita kenali adalah bisikan-bisikan yang tidak kita kehendaki yang merasuk ke dalam hati kita secara tiba-tiba. Biasanya was-was bertujuan untuk memberikan kita keraguan atas kebaikan yang kita kerjakan atau bisikan agar berbuat kejahatan.

Dari itu setiap manusia yang beriman dianjurkan oleh Allah agar meminta perlindungan kepada Tuhan manusia agar dilindungi dirinya dari bisikan (was-was) syaitan. Banyak orang berbuat nekat karena gara-gara was-was ini bahkan orang yang bunuh diri juga berasal dari bisikan kewas-wasan yang diberikan syaitan pada dirinya.

Pernah pada suatu ketika saat saya masih ada di pesantren saat itu saya sedang memegang tasbih dan berdzikir di Musholla dan tiba-tiba banyak orang yang saya kenal berlalu lalang di hadapan saya dan biasanya mereka memperolok orang yang dianggap sok alim, ada bisikan dalam hati saya, “Ah…lebih baik saya berhenti dulu agar tidak dianggap sok alim.” Dan saat itu saya menghentikan dzikir saya dan memilih untuk mengantongi tasbih yang saya pegang.

Sesampai di pondok saya membuka kitab Sullam, di sana saya membaca sebuah kalimat, “Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena manusia maka sesungguhnya ia telah riya’ (ingin dipuja manusia) dan barang siapa yang mengerjakan sesuatu karena manusia maka ia telah terjatuh pada perbuatan syirik.” Sehabis membaca kalimat itu saya tertegun beberapa saat dan kemudian beristigfar akan perbuatan saya yang salah. Ternyata saat kita melakukan kebaikan, walaupun ada orang yang mencaci maki kita atau bahkan memuja-muji kita jangan tinggalkan pekerjaan tersebut dan tetaplah lakukan karena Allah atau karena memang Anda ingin melakukannya.

Dari sana sadar bagaimana seharusnya diri kita menghadapi kewas-wasan yang sering melanda hati umat manusia. Jadi sekali lagi, jika Anda melakukan sebuah kebaikan lalu was-was melanda diri Anda, lanjutkan saja pekerjaan Anda tersebut dan jangan berhenti hanya gara-gara was-was. Jadi just do what we must do! Semoga bermanfaat!.

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Posting Komentar